|
Thursday, 15 October 2009 03:18 |
|
There are no translations available.
Harian Serambi Indonesia. MEULABOH - Tim Flora Fauna Internasinal (FFI) pada bulan Nopember 2009 ini akan mendatangkan lima gajah jinak dari pusat pelatihan gajah jinak di Saree, Aceh Besar ke Conservation Response Unit (CRU) Pante Ceureumen, Aceh Barat. Staf Informasi dari FFI, Firman di Meulaboh kepada Serambi, Rabu (14/10) mengatakan, keberadaan CRU adalah sebagai tempat konservasi gajah sebab selama ini lokasi itu sering menjadi langganan gangguan gajah liar. “Dengan ada CRU yang lengkap dengan gajah jinak akan menjadi penghadang bagi gajah liar,” ujarnya. Diakui, CRU yang dibentuk ada tiga lokasi di Aceh yakni pertama di Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya yang sekarang sudah didatangkan empat gajah jinak, selanjutnya CRU Mane, Pidie yang mana gajah jinak dari Saree, Aceh Besar juga sudah didatangkan ke lokasi. Selanjutnya CRU di Pante Ceuremen Aceh Barat gajah jinak juga akan didatangkan. |
|
Read more...
|
|
|
Monday, 12 October 2009 07:45 |
|
There are no translations available.
Oleh : Firman Hidayat
“Sesungguhnya tentang ciptaan langit dan bumi, pertukaran malam dan siang, kapal yang berlayar di lautan yang membawa manfaat kepada manusia, air (hujan) yang diturunkan Allah dari langit, lalu dihidupkan-Nya (karena hujan itu) bumi yang sudah mati (kering) dan berkeliaranlah berbagai bangsa binatang, dan perkisaran angin dan awan, sesungguhnya semua itu menjadi bukti kebenaran untuk orang yang mengerti”(Surah Al-Baqarah;164).
Tanggal 11 – 15 Agustus 2009 lalu, Fauna Flora International (FFI) Aceh bersama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh menggelar pelatihan jurnalis lingkungan yang bertemakan “Selamatkan Hutan Ulu Masen”. Dalam pelatihan itu, para jurnalis muda yang berasal dari berbagai media local dan nasional di Aceh dibekali wawasan untuk membangun masyarakat sadar informasi dan lingkungan. |
|
Read more...
|
|
Friday, 10 July 2009 08:14 |
|
Oleh: Yasser Premana Livelihood Coordinator FFI Aceh. Salah satu terobosan penting untuk menjawab berbagai persoalan mendasar tentang pengelolaan sumber daya hutan adalah melalui Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan.
Hal itu dikarenakan, Faktor Ekonomi dijadikan sebagai ancaman utama yang merusak kelestarian hutan. Terlepas dari benar atau tidak-nya pernyataan tersebut, tetapi itulah pengakuan jujur dari sebahagian besar masyarakat yang berada di Kawasan Ekosistem Ulu Masen.
Strategi pemberdayaan ekonomi yang ditempuh oleh FFI adalah dengan mengalihkan mata pencaharian masyarakat dari ketergantungan terhadap hasil hutan kayu, melalui pemberdayaan di tiga sektor utama yaitu, sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan.
|
|
Read more...
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
|
Page 1 of 2 |